E-Riset

Selamat datang di pusat informasi dan referensi ilmiah Kabupaten Tanah Laut, tempat tersimpannya beragam hasil riset dan karya pengetahuan untuk mendukung pengembangan daerah.
06

Okt.

2026

“TAMAN ANAK BANJAR” pembuaTAn slide perMANen apusAN dahAK untuk BAhaN aJAR (PUSTAKA SLIDE)

A. Dasar HukumUndang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.B. Latar Belakang (Permasalahan)Berdasarkan Permenkes Nomer 43 Tahun 2019 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat. Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan.Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan diharapkan dapat berkomitmen untuk menyelenggarakan promosi kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan dan dapat sebagai penggerak dalam melaksanakan reorientasi pelayanan kesehatan.          Oleh karena upaya pelayanan Laboratorium Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan di Puskesmas, maka Puskesmas wajib menyelenggarakan laboratorium di Puskesmas. Laboratorium Puskesmas melaksanakan pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebaran penyakit, kondisi kesehatan, atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas (Permenkes 37, 2012). Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, UPTD Puskesmas Panggung secara rutin melakukan pemeriksaan mikroskopis dahak untuk penegakan diagnosis Tuberkulosis (TB). Proses ini menghasilkan limbah sediaan sediaan (slide/apusan) dahak BTA (Bakteri Tahan Asam) yang bersifat infeksius dalam jumlah cukup banyak setiap bulannya. Selama ini, sediaan tersebut langsung dimusnahkan setelah periode penyimpanan wajib selesai.Di sisi lain, terdapat kebutuhan yang tinggi akan media pembelajaran visual (alat peraga) yang riil dan berkualitas untuk bidang mikrobiologi/parasitologi, baik bagi internal penyegaran kompetensi laboran puskesmas maupun jejaring edukasi kesehatan di daerah. Kurangnya ketersediaan permanent slide komersial yang menampilkan bakteri BTA berwarna merah fanta secara jelas sering kali menjadi kendala dalam proses edukasi dan cross-check mutu laboratorium.C. Isu StrategisBagaimana mengoptimalkan pengelolaan limbah sediaan medis infeksius menjadi sebuah aset edukasi bernilai tinggi, aman, tahan lama, dan berdaya guna secara berkelanjutan (sustainable).  D. Kondisi Sebelum dan Sesudah InovasiKondisi Sebelum InovasiKondisi Sesudah Inovasi (TAMAN ANAK BANJAR)Sediaan dahak bekas pemeriksaan menumpuk dan langsung dimusnahkan sebagai limbah B3 medis.Limbah sediaan dahak diolah, didekontaminasi secara aman, dan disulap menjadi sediaan permanen siap pakai (Pustaka Slide).Minimnya bahan ajar mikroskopis TB yang riil, awet, dan siap pakai untuk keperluan edukasi lapangan/internal.Tersedianya perpustakaan sediaan (Pustaka Slide) yang aman digunakan sebagai media pembelajaran visual mikrobiologi kapan saja.Pengadaan slide edukasi komersial memerlukan biaya tambahan yang cukup besar.Efisiensi anggaran daerah karena memanfaatkan potensi limbah internal puskesmas secara mandiri dan inovatif.E. Pokok Perubahan / Solusi yang Ditawarkan“TAMAN ANAK BANJAR” merupakan singkatan dari pembuaTAn slide perMANen apusAN dahAK untuk BAhaN aJAR (Pustaka Slide). Inovasi ini berfokus pada pembuatan dan pengelolaan koleksi slide (preparat) dahak yang telah diwarnai secara berkualitas untuk dijadikan sebagai referensi standar atau bahan ajar bagi tenaga kesehatan.  Pembuatan Slide Pemanen Apusan Dahak adalah Kunci dari keberlanjutan pustaka slide tersebut. Tanpa teknik mounting yang benar, slide apusan dahak akan cepat rusak, pudar, atau terkontaminasi, sehingga tidak bisa digunakan sebagai bahan ajar jangka panjang. Pemeriksaan TBC menggunakan lensa objektif 100x yang memerlukan minyak imersi. Tanpa mounting dan kaca penutup, pembersihan sisa minyak setelah praktikum dapat menggores atau mengelupas apusan dahak, dengan mounting minyak hanya menyentuh kaca. Produk akhirnya dikelompokkan menjadi sebuah "Pustaka Slide" yang siap digunakan sebagai bahan ajar mikrobiologi yang sangat representatif memperlihatkan visualisasi bakteri BTA.F. Keunggulan InovasiRamah Lingkungan & Aman: Mengurangi volume limbah medis berbahaya yang harus dibakar/dimusnahkan dengan mengubahnya menjadi barang berguna berstatus steril/aman.Efisiensi Biaya (Cost-Effective): Menyediakan alat peraga mikrobiologi berkualitas tinggi tanpa ketergantungan pada anggaran belanja daerah.Edukasi Berkelanjutan: Mempermudah proses pelatihan, penyegaran kompetensi (refreshing skill laboran), serta edukasi kepada mahasiswa atau jejaring kesehatan mengenai identifikasi bakteri TB.G. Tahapan Inovasi Melakukan konsultasi terkait kegiatan yang akan dilaksanakanMembuat Leaflet dan X-BannerMelakukan Sosialisasi TerbatasPerhitungan Biaya Inovasi “TAMAN ANAK BANJAR”Melakukan Pengambilan Spesimen Dahak/SputumMelakukan Pembuatan, Pemeriksaan, Interpretasi Hasil, dan PenyimpananMelakukan Validasi dan pengesahan Sediaan Dahak TB PermanenPerhitungan Biaya Inovasi “TAMAN ANAK BANJAR”Melakukan evaluasi.

Tags :

Buku Pedoman

Peneliti

  • YENI NOPERIANTI

  • Tanggal Terbit : 29 September 2026
  • Instansi : Puskesmas Panggung
  • Download : 8 Kali
Download PDF